Setia Bersama Blogspot

Setia Bersama Blogspot


x


Ini adalah tahun ke-16 saya mengenal platform blogspot. Tak terasa sudah 16 tahun lamanya. Dunia begitu cepat berputar. Cuma sayanya saja yang tidak pernah berputar haluan. Tetap setia dengan blogspot. Punya banyak akun. Tapi pasif. 

Selain blogspot, saya punya platform lain; wordpress. Di antara kedua platform gratisan ini, blogspot adalah pilihan nomor wahid. Bahkan jauh sebelum berkembang seperti sekarang ini, saya sudah biasa mengotak-atik templet-templet jadul.  

Buat apa? Cuma iseng dan suka aja. Karena faktor itulah yang membuat saya punya banyak akun blogspot. Apalagi blogspot itu simpel. Hanya dengan satu akun, kita bisa membuat beberapa blog. Tergantung selera saja. 

Karena alasan itulah, maka saya punya banyak koleksi akun blog. Tak percaya. Sebaiknya jangan. Sebab, kalau anda percaya, akan bertambah satu lagi rukun iman. Tapi, sebagai bukti biar anda yakin, akan saya lampirkan di sini. 

Tapi, sebelum itu, saya ingin jelaskan kenapa bisa banyak akun. Masalahnya sepele. Karena bikin akun tak perlu bayar. Gratis. Juga karena setiap kata yang menarik, saya selalu ingin "abadikan" dalam nama akun blog. Itu alasan ringannya. Gratis bukan. 

Alasan lainnya. Setiap ada templet baru yang apik bin menarik, serta merta menjadi pilihan untuk blog. Tidak menanti matahari terbit besok. Mumpung bikin blog masih gratis (Aceh: pree). Pree (Inggris: free). Pree alias libur. 

Contohnya; kupipastekupitalisme. Akun kupitalisme ini memakai nama cang panah (Aceh). Lalu ada pedagangkata. Disusul wagito bin wagiman. Aku wagitobinwagiman ini "diilhami" dari judul opini pertama saya di Serambi Indonesia. 

Opini yang sedikit nyeleneh itu dimuat bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Banda Aceh ke 803. Ini bagian dari refleksi menyambut milad kota penuh nafas sejarah. Bila anda penasaran bisa membaca di sini

Selesai. Ternyata belum. Masih ada lagi nama akun. Ini khusus untuk kumpulan buah pikiran saja alias Opini. Maka jadilah namanya opinimunawardi. Isinya tentu saja, tulisan-tulisan opini yang sudah dimuat di media lokal. 

Jeda kita sejenak. Sebaiknya jangan dulu. Sebab masih ada akun blog lain yang belum tuntas dikupas. Karena pernah dipercaya menjadi tenaga pengajar di IAIN Ar-Raniry -- kini sudah menjadi UIN Ar-raniry, saya juga membuat akun blog. Ya, sempat menjadi dosen terbang di kampus Darussalam. 

Karena saya dianggap penulis berita alias jurnalis bin wartawan, maka dipakailah untuk berbagai ilmu dengan adek-adek mahasiswa di sana. Khusus di Fakultas Dakwah dan Komunikasi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam atau KPI).

Karena bicara komunikasi dan penyiaran, tentu saja saya bicara tentang tugas sehari-hari sebagai penuleh alias jurnalis. Karena itu, saya menamai blog itu; liputlisting. Liputlisting ini kependekan dari Meliput, Menulis dan Mengedit (editing). Maka jadilah dia liputlisting.blogspot.com.

Alasannya ya, seperti sudah anda baca di atas tadi. Karena platform ini gratis, dan bisa bikin banyak hanya lewat satu emai, maka jadilah itulah barang. Selain akun-akun tersebut, masih ada beberapa akun lain seperti, acehtapinyata.blogspot.com, jurnalismedariaceh.blogspot.com, sjechsyoh.blogspot.com, sangkilati.blogspot.com. Itu bagian kecil. Masih ada beberapa akun lain. Tapi, tak begitu apik kita rebus di sini. 

Hasilnya? Banyaknya akun itu bikin repot. Makan waktu. Banyak akun itu bukan ajang untuk killing time. Malahan gara-gara bejibun akun itu, saya makin pening. Makanya dalam beberapa tahun belakangan, saya sudah puasa buka akun baru. Ribet dan mumet. Tidak sempat ngurus. Jadinya terlantar. 

Karena pada dasarnya saya tak ingin lagi sekadar teabagging dalam dunia game. Ini juga untuk menghindari agar saya saat "berkencan" dengan blog tidak kesal. Bagaimana tidak. Blog banyak. Menulis di blog jarang, --- tapi kalau menulis berita tiap hari. Akun-akun itu juga belum menghasil pendapatan (income). Salty jadinya

Meski begitu, saya sendiri merasa masih newbie di sini. Karena alasan berblog ria karena tergoda dengan nama dan templet menarik. Harusnya fokus. Fokus pada satu dua akun saja dengan konten yang berbeda. Tapi nyatanya saya tidak bisa begitu. Selalu saja tergoda dengan templet mulus dan nama bagus. 

Selain di blogspot. Sata juga merambah ke wordpress. Di platform ini saya tak begitu royal. Boleh dibilang cuma dua akun saja. Atas nama diri pribadi; mounawardismail.wordpress.com. Sisanya pengejawantahan diri sebagai penulis berita. Maka hadirlah nama senjatakukata.wordpress.com. 

Apakah kamu senang bin bangga punya banyak blog? Tentu tidak. Ribet. Mumet. Ruwet. Karena ruwet dan mumet itulah, rata-rata akun-akub blog tersebut tidak update sampai sekarang. Tulisan hanya untuk membentuk tampilan saja. Tidak lebih.

Karena itu, akhirnya saya mulai berpikir, untuk punya sebuah akun yang tak gratisan alias berbayar. Makanya saya memilih domain, pedagangkata.com untuk yang berbayar. Kendalanya ada. Boleh dibilang banyak. Terkadang telat bayar, karena alpa kontrol hosting. Lupa perpanjang domain. Tidak ingat kata kuncinyanya. 

Bahkan, domain pedagangkata, sudah dua kali padam, gegara alasan di atas tadi. Makanya sedikit kapok. Tapi biar terlihat serius, domain dimaksud akhir tetap lestari satu saja. Tidak sebanyak blog. Jika sampai sebanyak blog, tentu lebih kapok lagi. 

Lebih parahnya, saya bahkan bisa sampai tak ingat lagi nama domain. Tapi, bersama blogspot, saya cukup ingat password, maka bisa ketahuaan berapa jumlah akun blog dalam satu email. Ya, seperti cerita di atas tadi. Karena itulah, maka saya tetap setia bersama blogspot. 

Memang saya mengoleksi banyak blog. Tapi, belum pantas disebut blogger. Dan tak selera juga dibilang goblog